Senin, 26 Mei 2014

Puisiku Hujan


Hujan
Hujan..
Terlalu cepat semua
Kau genangi jalanan ini
Kau banjiri desa ini

Sebuah motor butut
Butut.. tapi masih berguna
Mendadak si Butut diam
Mendadak si Butut tak bias bergerak
Mendadak keheningan dating

Hujan..
Si Butut telah kau bunuh

Setumpuk rumput telah kau siram
Seorang kakek telah kau guyur..
Menuntun si Butut sampai ke rumah
Itu yang Kakek lakukan saat ini

Hujan..
Sekelompok anak berlari
Berlari tanpa henti
Menungu hujan berhenti

Mereka asyik bermain air
Tak peduli pakaian, tak peduli waktu

Bencana bisa kerenamu
Manfaat juga ada padamu..


Ciptaanku,
Hasna Nur Cahya Alimah
Tanggal 26 Mei 2014
 

Puisiku Minyak Kayu Putih


Minyak Kayu Putih

Ciptaanku: Hasna Nur Cahya Alimah
Tanggal: 26 Mei 2014
Tempat: Apoteknya Ibukku. (kebetulan emang jualan minyak kayu putih)


Bening, jernih, menyengat, tapi menyegarkan
Hangat, nyaman, dan menenangkan

Kedinginan, pusing, sakit, atau kembung?
Itu semua dapat kau selesaikan
Dengan akhir yang memuaskan

Dariku kecil sampai sekarang ,
Dan mungkin besok..
Aku terus mengonsumsimu

Ibukku menjualmu,
Laris-manis di Apoteknya..
Banyak yang membelimu,
Untuk menyembuhkan penyakit-penyakitnya..

Kami terus mengonsumsimu,
Mungkin sampai akhir hayat kami..
Kau benar-benar membantu,
Untuk kelangsungan hidup kami..